DaerahGarda NusantaraGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniInfo EkobiezNasional

Dorong Peningkatan Pengelolaan Kawasan Industri di Teluk Bintuni DPMPTSP Papua Barat Gelar FGD Bersama

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang Kesiapan Kawasan Industri dalam Rangka Percepatan Investasi Daerah, bertempat di Aula Kemenag Teluk Bintuni, pada Selasa (23/9/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat adat guna mempercepat realisasi investasi dan pembangunan kawasan industri di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Papua Barat, Agustinus Dapa Doda, S.Pd., M.Ling., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pembangunan kawasan industri dapat segera terealisasi.

Agustinus memaparkan, bahwa Kabupaten Teluk Bintuni memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Papua Barat, terutama di sektor kelautan dan energi. Namun, kurangnya kolaborasi membuat realisasi kawasan industri dalam perjalanannya belum membuahi hasil Maskimal.

“Untuk itulah, kedepan, sinergi antar instansi harus kita perkuat agar segera beroperasi,”Ujarnya.

Forum Group Discussion (FGD) Kesiapan Kawasan Industri Dalam Rangka Percepatan Investasi Daerah di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Bapua Barat melahirkan 22 butir rekomendasi dan kesepakatan di 6 bidang.

Bidang-bidang rekomendasi dalam kegiatan gelaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Barat di Bintuni pada 23 September 2025 itu adalah Regulasi dan Perencanaan (4 butir rekomendasi), Pertanahan dan Hak Ulayat (4), Infrastruktur (1), Sumber Daya Manusia (3), Investor dan Dunia Usaha (8), dan Koordinasi dan Sinergi Lintas Pihak (2).

Melalui kolaboeasi bersama DPMPTSP kabupaten teluk bintuni dalam kegiatan Forum Group Discussion ( FGD ) yang membahas tentang kesiapan kawasan industri dalam rangka percepatan investasi daerah, diharapkan kedepannya pembangunan kawasan industri teluk bintuni, yang telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional sesuai peraturan presiden, dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan multiplayer effect bagi masyarakat.

Sementara itu, sambutan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy yang disampaikan oleh Plt Sekda teluk bintuni Drs Frans N. Awak, dirinya mengatakan, Kabupaten teluk bintuni memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, khususnya gas dan hasil bumi lainnya, yang mana Potensi ini harus dikelola dengan baik.

“Potensi ini menjadikan daerah kita sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, namun, lebih dari sekadar pengelolaan sumber daya, kita juga dituntut untuk memastikan potensi ini nilai bagi memberikan nyata masyarakat,”Ungkap Bupati.

Namun, untuk mewujudkan itu semua diperlukan sinergi dan kolaborasi, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri melainkan harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, investor, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat, oleh karena itu, FGD hari ini menjadi momentum yang tepat untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi, dan merumuskan langkah konkrit dalam menyiapkan kawasan industri di bumi sisar matiti ini.

Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten teluk bintuni berkomitmen untuk mendukung penuh percepatan investasi melalui kemudahan layanan perizinan di DPMPTSP  agar investor merasa nyaman dan terbantu, berikut penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi secara bertahap, selanjutnya memberikan hukum dengan tetap menghargai hak-hak masyarakat adat, serta kepastian meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal, sehingga manfaat investasi yang bisa dirasakan oleh masyarakat di Negeri Sisar Matiti. [TIM/FY/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *