Mendorong Peningkatan Lahan Pertanian, Deputi IV BIN dan PMI Kunjungi Petani ATM Bintuni

MANOKWARI, gardapapua.com — Deputi IV Badan Intelijen Negara (BIN) / Ekonomi, dan rombongan Papua Muda Inspiratif (PMI) berkesempatan melakukan pengecekan lahan potensial pertanian di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebagaimana mempunyai fungsi melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di bidang ekonomi digital, ketenagakerjaan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah, melalui kunjungan peninjauan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat melalui program petani inspiratif atau milenial (muda) dengan membuka lahan milik binaan.

Kegiatan ini terlaksanakan dan digagas oleh para Petani yang tergabung dalam Komunitas Aroma Tani Mandiri (ATM) SP3 Bumi Saniari, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, pada minggu (25/9/2022), sore.

Dengan motto : ‘Sewangi Berdaya Emas Bintuni’, para petani dalam komunitas ATM ini hadir dengan semangat ingin melakukan pembinaan masyarakat dalam meningkatkan daya ketahanan pangan bagi petani muda secara khusus petani Orang Asli Papua (OAP) yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni bisa lebih produktif, dan memaksimalkan lahan tidur (kosong,red).

Dalam kunjungan kerjanya, Deputi Intelijen Bidang Ekonomi, Dr. I Gede Made Kartikajaya, SE, MM.,M.Ap, menyampaikan bahwa giat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Papua melalui anak muda Papua, pada program Papua Muda Inspiratif (PMI). Ini antara lain, bergerak dalam mengembangkan sektor UMKM, Pertanian, Sosial budaya, Kesehatan, Peternakan serta Pendidikan.

Dibeberkan, bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan kerja (kunker) sejak dua minggu lalu diwilayah papua termasuk papua barat. dan pada Kabupaten Teluk Bintuni, juga dalam rangka pembinaan dan mendorong percepatan kegiatan Petani Milenial Inspiratif (PMI), bisa lebih kreatif lagi melakukan budidaya berbagai jenis tanaman pertanian.

Sekedar diketahui, bahwa dalam keberadaannya PMI didirikan dan bertanggung jawal oleh Presiden RI sejak pada 11 september 2019, bersama kepala BIN. Tujuan kehadirannya untuk bagaimana meletakan dasar pembangunan kesejahteraan masyarakat papua untuk membangun tanah papua melalui gerakan anak – anak muda papua dengan kreatifitas dan prestasinya.

“Jadi ini bagian dari melihat langsung kegiatan Papua Milenial Indonesia (PMI) untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan Masyarakat di daerah khususnya di tanah papua, melalui ide dan gagasan anak – anak muda di wilayah 7 adat ditanah papua. Adapun di Papua Barat sendiri dalam kurun waktu terdekat akan dibangun pusat kreatifitas anak – anak muda papua di papua barat. Tujuannya melalui hal itu anak -anak muda papua ini bisa menjadi bagian dari solusi mendukung pelaksanaan program keberpihakan bagi Masyarakat, khususnya pada sektor pertanian,”Ucap Deputi Intelijen Bidang Ekonomi, Dr. I Gede Made Kartikajaya, SE, MM.,M.Ap, pada Minggu (25/9/2022).

“Harapan kami forkopimda di teluk bintuni dapat mendukung kerja -kerja PMI didaerah. Hal ini sebagai bentuk kolaborasi dan melibatkan program PMI untuk bersama mewujudkan pemerataan pembangunan bagi Masyarakat. Salah satu contohnya pada program -program kerja pemberdayaan pada bidang pertanian. Dimana untuk Teluk Bintuni, untuk disampinng mengembangkan tanaman pertanian lainnya, Presiden meminta agar bisa turut mengembangkan tanaman Jagung dan peningkatan sektor pengolahan perikanan didaerah. Sehingga ini adalah pekerjaan dan program kerja yang melibatkan semua sektor,”Sambungnya menambahkan

Adapun untuk kawasan teluk bintuni diharapkan mampu menjadi daerah peningkatan produksi tanaman dibidang pertanian. Tujuannya tidak lain, adalah untuk memaksimalkan produktifitas anak – anak muda papua, dalam hal mendorong percepatan sektor UMKM.

Adapun dalam tinjauannya kali ini melihat langsung pengelolaan perkebunan serai wangi, di SP3 Bumi Saniari yang kini mulai digemari oleh warga tani setempat.

Sebab manfaat minyak serai wangi sangat beragam antara lain sebagai bahan baku industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, dan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Adapun saat ini perusahaan besar banyak menggunakan minyak serai wangi sebagai bahan baku industri rumah tangga seperti sabun atau produk lain.

Kesempatan itu, Plt. Sekda Telul Bintuni, Frans Awak, mengatakan bahwa melalui kunjungan ini diharapkan pengembangan pengelolaan sektor pertanian di kabupaten teluk bintuni mendapatkan dukungan dari pihak deputi IV bidang ekonomi, agar terjadinya peningkatan perekonomian khususnya dibidang pertanian.

“Selaku Pemerintah Daerah kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Deputi, dan dalam hal ini kami masih meminta dukungan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana untuk terlebih pada bidang pertanian. Dimana bersama Papua Muda Inspiratif (PMI) untuk kiranya melalui kunjungan ini menjadi berkat buat kami, dan menjadi sarana percepatan kemandirian bagi petani milenial kami di daerah,”Ucap Plt. Sekda, Frans Awak. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *