Satpol PP Kaimana Instruksi Cafe – Cafe Ganti Pagar Berbahan Seng

KAIMANA, gardapapua.com — Selama tiga hari atau terhitung sejak Kamis(7/5/2020) lalu hingga sabtu (09/05/2020) sosialisasi untuk melepas pagar yang terbuat dari seng bagi sejumlah cafe yang berada di kabupaten kaimana menjadi perhatian SATPOL PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemda Kaimana.

Permintaan merubah pagar diarea cafe yang terbuat dari seng, sebagaimana intruksi Bupati kaimana adalah guna pencegahan serta pengendalian terhadap penyebaran wabah covid-19, tetapi juga menindaklanjuti instruksi sekda terkait penutupan sementara cafe dibulan puasa.

Koordinator patroli SATPOL PP Bernadus Clif O. kirwa,S.Sos kepada wartawan membenarkan hal tersebut, dirinya mengatakan sosialisasi ini diberikan waktu kepada pemilik cafe selama 3 hari untuk dapat merubah pagar yang terbuat dari seng mejadikan pagar yang polos dan dapat dipantau saat patroli rutin.

“itu yang kita sudah jalan sudah dua hari sejak kami dan ini hari sabtu merupakan hari terakhir melakukan kegiatan lanjutan, batas waktunya. tiga hari kita memberikan merka yang memiliki pagar seng, karena terkesan pagar seng itu adalah tempat kurang bagus apalagi berada pada jalan raya, makanya dalam rangka pemantauan covid 19 dan patroli dibulan puasa, kemudian tidak ada aktivitas makanya pagar ini harus di buka,”Terangnya.

Dirinya menyebutkan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah mengenai penyebaran covid-19 yang merupakan persoalan nasional, yang harus diterapkan protokol kesehatannya di daerah, oleh karena itu, kata kirwa langkah yang di ambil oleh bupati kaimana yakni menerapkan sosialisasi mandiri dan pembatasan daerah guna mencegah penyebaran virus corona.

Sekedar diketahui bahwa pengunaan dan pembanggunan pagar seng oleh cafe di kaimana merupakan instruksi pemerintah daerah untuk pelaksanaan PESPARAWI XII saat itu bukan untuk selanjutnya, sebab dengan mengunakan pagar seng, akan menjadi multi tafsir masyarakat bahwa pagar yang mengunakan seng adalah tempat tidak baik.

” itu yang kita sudah jalan sudah dua hari sejak kami dan ini hari sabtu merupakan hari terakhir melakukan kegiatan lanjutan, batas waktunya, tiga hari kita memberikan merka yang memiliki pagar seng, karena terkesan pagar seng itu adalah tempat kurang bagus apalagi berada pada jalan raya, makanya dalam rangka pemantauan covid 19 dan patroli dibulan puasa, kemudian tidak ada aktivitas makanya pagar ini harus di buka,”Jelasnya

“pada awalnya inturuksi untuk gunakan pagaar seng waktu pesparawi sehingga tidak di ruba, dan kali ini kita harus di buka,”Tukasnya menambahkan. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *