Pimpin DPD REI Papua Barat Periode 2026 – 2029, Ini Harapan Nandika Bramantyo
MANOKWARI, gardapapua.com – Pucuk pimpinan Asosiasi Pengembang Realestate Indonesia (REI) Provinsi Papua Barat periode 2026 – 2029 kini berganti.
Nandika Bramantyo resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Papua Barat periode 2026–2029 menggantikan V. Julius Lois yang telah menjabat sebagai Ketua DPD REI Papua Barat selama dua periode, melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD REI Papua Barat Tahun 2026.
Pelantikan Nandika Bramantyo dipimpin dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, bertempat di Hotel Aston Niu Manokwari, pada Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, Ketua DPD REI Papua Barat terpilih periode 2026–2029, Nandika Bramantyo, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun mitra strategis.
“Masih banyak yang perlu kita bangun di Manokwari dan Papua Barat. Kita harus memberdayakan lebih banyak pihak agar bisa menjadi developer dan ikut berkarya,”Ucap Ketua DPD REI Papua Barat Terpilih, Nandika.
Ia berharap, bahwa dalam masa kepimpinannya, REI dapat bergerak berkontribusi dan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Pemerintah Daerah ditingkat Kabupaten dalam membangun Wilayah Papua Barat secara utuh, terutama dalam memenuhi unsur properti dan hunian layak huni bagi Masyarakat.
“Ke depan DPD REI Papua Barat akan mendorong pengembang yang mandiri, profesional, serta berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan perumahan,”Ucap Nandika.
Nandika juga menyampaikan terima kasih kepada V. Julius Lois atas kepemimpinan dan dedikasinya selama dua periode.
“REI Papua Barat bisa seperti sekarang ini karena kepemimpinan beliau. Saya akan melanjutkan visi dan misi yang telah dibangun serta terus menjaga sinergi ke depan,”Pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPD REI Papua Barat demisioner, V. Julius Lois, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat membawa REI Papua Barat ke arah yang lebih baik, khususnya dalam mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Julius mengungkapkan, selama masa kepemimpinannya selama dua periode atau sekitar tujuh tahun, REI Papua Barat telah membangun sebanyak 7.800 unit rumah, mayoritas merupakan rumah bersubsidi. Selain itu, sedikitnya 175 unit usaha turut bergerak dan terdampak secara ekonomi dari sektor perumahan tersebut.
Ia optimistis program pembangunan perumahan di Papua Barat akan terus berlanjut ke depan, dengan tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan.
“Ke depan, pembangunan perumahan tidak boleh menghabiskan ruang kota tanpa perencanaan yang baik. Developer harus menyiapkan lahan dan lingkungan yang sehat serta berkelanjutan,”Tegasnya.
Julius juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengembang yang telah berkontribusi dalam pembangunan perumahan di Papua Barat. Ia berharap semakin banyak Orang Asli Papua (OAP) yang terlibat dan menjadi pengembang, mengingat ketersediaan lahan yang cukup luas namun belum tergarap secara optimal.
“Target kita, pembangunan perumahan di Papua Barat dapat dipelopori oleh Orang Asli Papua. Saya yakin tahun ini sudah mulai terlihat hasilnya,”Ucap Ketua DPD REI Papua Barat demisioner, V. Julius Lois. [TIM/RED]
