DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsHukum dan KriminalHUMANISPeristiwa

Diterpa Isu Terlambat Bayar Gaji Pegawai, Bendahara DPMK Teluk Bintuni Beri Klarifikasi

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Kepala Dinas melalui Bendahara DPMK Teluk Bintuni, Roy Emauri, angkat bicara soal kabar heboh terkait insiden pecahnya kaca disalah satu ruangan kerja di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni, yang ramai beredar di media sosial, soal internalnya akan keterlambatan proses pembayaran gaji dan hak pegawai instansi setempat.

Kata Roy, peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/3/2026), pada sekira pukul 14.10 wit itu, disebut hanya melibatkan salah satu oknum pegawai setempat, yang tersulut informasi sepihak dirinya sebagai bendahara pengeluaran, menghambat pembayaran Hak Pegawai.

Padahal kata roy, dirinya saat itu sedang bersama dengan Kasubag Perencanaan Keuangan, Agus Asmorom, berada di Bank Papua, dan beberapa staf perbendaharaan lainnya sembari menyiapkan dana untuk pembayaran hak gaji pegawai.

“Jadi memang saya sebelumnya sudah mendengar informasi ditanyakan kapan pembayaran gaji pegawai ini melalui video yang dibuat dan di share ke grup internal kami DPMK. Saya saat itu tengah berada bersama Kasubag Perencanaan, Pak Agus Asmorom di Bank untuk membantu persiapan pembayaran hak pegawai ini,”Ucap Roy Emauri kala dikonfirmasi.

Roy dalam memberikan klarifikasi, Ia membantah keras tudingan isu yang menyebut dirinya melakukan penghambatan pembayaran gaji atau hak pegawai di instansi setempat.

“Dalam hal keterlambatan soal pembagian gaji kali ini saya ucapkan mohon maaf itu bukan unsur sengaja tetapi dijadikan pembelajaran semoga kedepan tidak lagi terjadi dan sudah berjalan seperti biasanya di bawah tanggal yang ditetapkan. Karena sebagai Bendahara pengeluaran, tugas Saya ini cuma laksanakan pengajuan dan eksekusi pembayaran. Kita ini berkaitan satu dan lainnya, ada Kasubag perencanaan OPD, dan selanjutnya kita tunggu proses jawaban juga dari BPKAD atau Keuangan,”Ucap Roy Emauri.

Roy dalam kesempatan itu, turut menjelaskan bahwa keterlambatan gaji pegawai terjadi lantaran turut adanya kendala beberapa faktor. Salah satunya, faktor tersebut menyangkut kesalahan penginputan item.

“Didalam perangkat organisasi ini bukan saja bendahara yang bekerja. Kasubag perencanaan dan keuangan sebagai tim penganggaran juga mempunyai tugas melakukan penginputan beberapa item seperti Belanja Pegawai, Anggaran Rutin dan Pihak Ketiga,”Jelas Roy

“Jadi ini cuma misskomunikasi, karena sebelumnya ada salah penginputan saja, dan memang kita sudah laporkan. Kedepan ini jadi pembelajaran untuk kita semua, dan bisa sama – sama koperatif ketika ada sebuah persoalan internal baiknya kita semua bicarakan dengan baik,”Tutup Roy menjelaskan.

Sementara itu, sesuai pantauan, pihak kepolisian dalam hal ini Iptu Stenli Ayub Marani, langsung memimpin sejumlah aparat kepolisian melakukan pengamanan dan menghimpun informasi awal.

Juga selaku bendahara pengeluaran, Roy Emauri, serta beberapa staf hingga berita ini di rilis, hingga pukul 19.00 wit, sejumlah pegawai terpantau telah menerima pembayaran hak gaji pegawai mereka.

[TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *