Kolaborasi Pemerintah dan Elemen Masyarakat : Menko Infrastruktur AHY dan Menteri Transmigrasi Kunker Ramadhan ke Mathla’ul Anwar
SERANG, gardapapua.com — Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan lokal, namun juga memerlukan kolaborasi yang lebih luas untuk menciptakan solusi yang lebih efektif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa secara kompleks dalam pembangunan kedaerahaan.
Oleh sebab itu, diharapkan dapat terjadi kolaborasi pemerintah dan elemen masyarakat (akademisi, swasta, komunitas, media) sangat krusial untuk meningkatkan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan kebijakan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam Kabinet Merah Putih (2024-2029) di bawah Presiden Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiada hentinya mengingatkan, akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memastikan kebijakan nasional berjalan efektif serta memberikan dampak luas bagi rakyat.
Hal ini dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 H / 2026 M, di Serang, Banten, pada Sabtu, (21/2/2026).
Kedatangan kedua menteri tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, yang didampingi Plt Sekretaris Jenderal PB Mathla’ul Anwar, Nur Aziz Hakim, beserta jajaran pengurus dan keluarga besar Mathla’ul Anwar.
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam paparannya menyoroti peran strategis organisasi kemasyarakatan, khususnya yang memiliki basis pendidikan dan keagamaan yang kuat, dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan memperkuat kohesi sosial / menjaga masyarakat tetap bersatu atau terintegrasi.
“Mathla’ul Anwar merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia yang memiliki pengaruh luas, khususnya di bidang pendidikan. Saya mengapresiasi peran dan komitmennya yang konsisten menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat serta berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan kewilayahan.” Ujar Agus Harimurti Yudhoyono

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Kolaborasi yang solid kunci mencapai pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia :
Menyambut dengan hangat, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko AHY dan Menteri Transmigrasi Iftitah, serta menegaskan kesiapan Mathla’ul Anwar untuk terus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda-agenda nasional.
Sebagai salah satu ormas Islam tertua di Indonesia, lanjut Kiyai Embay, Mathla’ul Anwar memiliki basis massa yang kuat dan mengakar di pedesaan. Dengan lebih dari 10 juta anggota, simpatisan, alumnus, santri, dan keluarga besar, Mathla’ul Anwar telah berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan dan pemberdayaan umat.
Saat ini Mathla’ul Anwar masih kata Kiyai Embay, mengelola sekitar 2.000 madrasah atau sekolah di seluruh Indonesia serta 73 Perguruan Mathla’ul Anwar, dan memiliki 34 Pengurus Wilayah (PW) tingkat provinsi yang menunjukkan jejaring nasional yang solid.
Mathla’ul Anwar didirikan pada 10 Syawal 1334 H/10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, oleh KH Mas Abdurrahman, KH Entol M Yasin, dan KH Tb. Moh. Soleh. Sejak awal berdirinya, Mathla’ul Anwar berkomitmen pada dakwah dan pendidikan Islam dengan fokus mencerdaskan umat melalui pendirian madrasah, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Insyaallah Mathla’ul Anwar untuk terus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda-agenda nasional, menjaga moderasi beragama, memperkuat pendidikan, serta menghadirkan solusi bagi umat dan bangsa,”Tukas Kiyai Embay. [TIM/RED]
