Polda Papua Barat Komitmen Perkuat Akses Gizi hingga Daerah 3T
KAIMANA, gardapapua.com – Jajaran Kepolisian dalam hal ini Polda Papua Barat kini juga berfokus mendukung penyelenggaraan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus menyasar daerah 3T secara bertahap.
Adapun itu, Polda Papua Barat juga tengah serius memastikan satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Provinsi Papua Barat.
Terbukti, Wakapolda Papua Barat, Sulastiana, diketahui telah melaporkan kesiapan pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda peresmian program secara virtual beberapa waktu lalu di Kampung Wamesa, Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Dalam laporannya, Sulastiana menyampaikan bahwa Polda Papua Barat saat ini memiliki delapan unit SPPG dengan komposisi dua unit berada di wilayah aglomerasi Manokwari dan enam unit di daerah terpencil yang tersebar di sejumlah wilayah kepolisian, termasuk di Polres Kaimana.
“Total penerima manfaat mencapai 4.871 orang dengan serapan tenaga kerja sebanyak 181 orang. Khusus SPPG wilayah 3T saat ini seluruhnya sedang dalam tahap persiapan operasional,”Ucap Wakapolda Sulastiana.
Ia menjelaskan, salah satu SPPG berada di Kampung Wamesa, Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana, yang dibangun melalui partisipasi aktif masyarakat setempat. Pembangunan fasilitas tersebut menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis yang jauh dari pusat kota serta akses transportasi yang harus ditempuh melalui jalur darat dan laut dengan waktu perjalanan sekitar 40 hingga 60 menit.
Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi turut memengaruhi proses pengiriman material dan bahan kebutuhan pembangunan sehingga memerlukan waktu lebih lama.
Menurut Sulastiana, keberadaan program makan bergizi gratis sangat penting bagi masyarakat setempat, terutama bagi 132 penerima manfaat di Kampung Wamesa yang terdiri dari 16 anak TK, 90 siswa SD, lima ibu hamil, enam ibu menyusui, serta 15 balita yang seluruhnya merupakan masyarakat asli Papua.
Untuk mendukung operasional SPPG, pihak kepolisian juga mengatur rantai pasok bahan pangan dengan memanfaatkan sumber lokal seperti sayur-mayur, ikan, daging rusa, dan buah-buahan, serta pasokan dari luar daerah, antara lain beras, ayam, telur, dan susu yang didatangkan dari Surabaya.
Ia berharap fasilitas SPPG tersebut dapat segera beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan gizi yang baik bagi masyarakat di daerah terpencil.
“Semoga SPPG di sini dapat berjalan dengan baik dan melayani seluruh masyarakat,”Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir anak-anak calon penerima manfaat yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat di wilayah 3T. [JO/RED]
