Aspirasi RakyatChannel YoutubeDaerahGarda Papua BaratGarda Sorong RayaHeadline newsHukum dan KriminalNasionalSudut Pandang

Miris ! Gedung TIC Senilai Miliaran Rupiah di PBD Kondisinya Kini Terbengkalai, Pemprov Tutup Mata ?

Simak Tautan Video Dibawah Ini : 

 

KOTA SORONG, gardapapua.com — Pembangunan gedung Tourism Information Center (TIC) atau Pusat Informasi Pariwisata di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD), kini menjadi sorotan publik.

Bangunan yang dibangun dengan anggaran Miliaran Rupiah bersumber dari APBD Papua Barat Tahun 2022 hingga telah dihibahkan kepada Pemprov Papua Barat Daya (PBD) secara kasat mata terkesan terbengkalai, yang hingga hari ini masih terlantar, tak terurus dengan menyisakan pertanyaan yang kian banyak oleh publik.

Bahkan bangunan mangkrak terbengkalai (Rusak) itu kini disebut disebut mirip dengan rumah para anak jalanan ‘aibon’ oleh warga sekitar, yang kerap melihat aktivitas sejumlah anak – anak jalanan putus sekolah untuk berkumpul, akibat tidak ada tanda – tanda penggunaan aset pemerintah daerah itu untuk kepentingan pelayanan publik.

Kondisi ini disayangkan dan menarik perhatian sejumlah organisasi pemerhati sosial dan para aktivis untuk angkat bicara memberikan pernyataan dan tanggapan mereka. Salah satunya Jackson Sambouw, selaku Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Papua Barat Daya.

Hal ini mengingat lokasi gedung TIC yang berada di titik strategis publik dan objek vital, yakni pada kawasan Bandara Dominic Edward Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat Daya PBD), seharusnya menjadi wajah (icon) dan ujung tombak pelayanan pariwisata kepada para wisatawan saat berkunjung di ibu kota Provinsi Papua Barat Daya (PBD), justru menyisahkan tanda tanya apakah pemprov setempat tidak dapat menggunakannya dengan benar ?

Menurut Jackson, bahwa aset bangunan pemerintah yang terbengkalai merupakan sebuah fenomena pemborosan anggaran negara yang mengakibatkan kegagalan dalam pemanfaatan aset publik. Bahkan diduga dapat terjadinya potensi maladministrasi tinggi dan problem pemanfaatan hingga penepatan bangunan yang tidak representatif yang seharusnya mendatangkan kesejahteraan publik.

“Hal ini juga bisa dikatakan disebabkan oleh perencanaan yang kurang matang sehingga terindikasi merugikan keuangan negara serta menghambat pelayanan publik dan membuat aset tersebut tidak memiliki daya guna,”Ucap Ketua LIN Papua Barat Daya (PBD), Jackson Sambouw, pada Rabu (21/1/2026).

Melihat pembangunan dan penempatan gedung TIC yang sepertinya tidak selaras dengan perawatan aset-aset bangunan milik pemerintah daerah di wilayah setempat, Jackson menilai, adanya unsur pembiaran yang diduga dapat berujung pada peristiwa ‘Kebocoran Anggaran Negara’ oleh para oknum – oknum tertentu.

“Ini anggaran yang digunakan tidak sedikit, yakni sekitar Rp. 3,6 Milliar Rupiah. Dimana Penelusuran dari laman LPSE Provinsi Papua Baratpembangunan Gedung Tourism Information Center (TIC) ini bersumber dari anggaran APBD tahun 2022 pada dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat,”Ungkap Jackson.

“Kami sangat menyayangkan anggaran negara miliaran rupiah yang merupakan bagian dari uang rakyat seperti tergerus percuma dan terabaiakan pemanfaatannya,”Tambahnya.

Sebab, saat ini, banyak aset-aset bangunan yang terbengkalai, dan kondinya juga kini sangat memprihatinkan mengundang reaktif pihaknya untuk mengharapkan adanya perhatian dari Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak tinggal diam, dan diharapkan dapat turut melakukan monitoring lapangan (lidik) agar dapat memanggil pihak – pihak terkait, agar publik guna mendapatkan kejelasan mengingat setiap pembangunan gedung menggunakan uang rakyat, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pajak dan sumber pendapatan negara/daerah lainnya, sehingga pembangunannya harus berkualitas, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan di lokasi menunjukkan bangunan yang direncanakan sebagai ikon informasi bagi wisatawan itu, hingga berita ini dipublish terpandang jumlah kerusakan dan penyusutan gedung yang cukup parah.

Dimana plafon, kamar mandi (WC), lantai dan bahkan kaca jendela yang telah rusak akibat tidak adanya kontrol perhatian aset yang benar oleh Pemerintah Daerah setempat.

Padahal jika dikelola dengan baik, gedung TIC yang dibangun dengan semangat membangun ekonomi wisata itu, harusnya kini manfaatnya dirasakan oleh masyarakat maupun sektor pariwisata daerah dalam rangka menyongkong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hingga berita ini dipublish pun, redaksi gardapapua terus berupaya mendapatkan jawaban eksplisit dari pihak – pihak terkait penyebab terbengkalai penggunaan pemanfaatan gedung TIC tersebut. [RV/TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *