AdvertorialDaerahGarda NusantaraGarda PapuaGarda Papua BaratGarda Sorong RayaHeadline newsInfo Ekobiez

‘Keripik Kasih Karunia’, Satu Lagi Olahan Oleh – Oleh Produksi Rumahan Warga Kelurahan Giwu Kota Sorong

SORONG, gardapapua.com — Bagi masyarakat Kota Sorong bahkan Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD), barangkali tidak asing dengan olahan Keripik jajanan kuliner populer di Indonesia yang sering jadi oleh-oleh khas daerah, dibuat dari bahan dasar seperti dari umbian jenis Singkong, Keladi dan Petatas), hingga buah – buahan jenis Pisang Muda.

Tak heran, aneka cemilan renyah yang sudah legend ini kerap menjadi oleh-oleh yang diincar wisatawan ataupun warga yang berkunjung ke Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD). Karena tidak diragukan lagi, jika camilan keripik yang gurih dan renyah menjadi salah satu pilihan favorit dari Masyarakat berbagai daerah saat liburan di Kota Sorong karena selain harga yang terjangkau, turut mudah didapatkan dan di kemas sebagai oleh – oleh kuliner.

Sama seperti beberapa olahan Keripik Pabrikan dan Beberapa merk terkenal lainnya, Keripik dengan brand Kasih Karunia, milik warga kelurahan Giwu, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD), telah kembali dalam tampilan dan ukuran serta harga yang terjangkau dan berfokus pada olahan jenis keripik Pisang, Keladi, dan Singkong, bertekstur renyah dengan aneka pilihan rasa gurdasin (gurih, pedas, dan asin).

Bisnis keripik Rumahan, yang menjadi aternatif ekonomi Kreatif, milik Opa Kairupan, hadir sejak pandemi Covid-19,  tengah menata ulang langkahnya untuk bertahan dan berkembang mengukuti permintaan dan persaingan pasar yang semakin dinamis.

Bukti nyata, Opa Kairupan saat dijumpai di Kantor Kelurahan Giwu, disela – sela dirinya mengurus pembaharuan surat keterangan usahanya menyatakan rasa syukurnya, karena di awal tahun 2026 ini, keripik olahan miliknya yang dirintis sebagai langkah mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan sebagai bagian dalam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), berharap bisnis keripik keladi rumahan olahannya dapat menjadi salah satu alternatif pilihan oleh – olehan cemilan yang menarik, dan turut memberikan dampak positif bagi sektor usaha rumahan UMKM di wilayah kelurahan tempat domisilinya.

Berdasarkan wawancara dengan Opa Kairupan, dikatakan, bahwa bisnis keripik keladi rumahan telah menunjukkan potensi besar untuk juga dapat mendukung peningkatan pendapatan saat panen para petani lokal yang berfokus pada tanaman umbi – umbian dan buah pisang di wilayah Sorong.

“Saya sering ambil bahan baku dari masyarakat OAP yang jual dan sudah berlangganan. Kadang ambil juga di pasar sentral,”Ungkap Opa Kairupan.

Adapun keripik ‘Kasih Karunia’ berfokus dalam pengelolaan keripik keladi, singkong, dan pisang dari bahan pilihan, dan tanpa bahan pengawet. Cita rasa yang ditawarkan biasanya rasa pedas manis dan gurih dan asin.

Di kota sorong, olahan keripik hampir dapat ditemui dengan mudah penjualannya di setiap toko oleh-oleh ataupun bisa langsung ke pabrik dan bahkan pada sektor UMKM rumahan.

Jenis Keripik olahan berbagai UMKM di Kota Sorong, memiliki citra rasanya yang gurih membuat hampir semua orang menyukainya. Apalagi sekarang ini makin banyak cita rasa yang dibuat oleh produsen keripik sehingga orang-orang tidak bosan dengan rasa yang biasa dikonsumsi dan bisa mencoba cita rasa baru yang lebih nikmat.

Keunggulan utama bisnis keripik rumahan adalah pada modal yang relatif rendah, proses produksi yang cukup sederhana dan harga jual perbungkus mudah dijangkau pembeli, dengan harga mulai dari Rp.15.000 – 125.000 ribu / bungkus.

Adapun Rumahan Olahan Keripik ‘Kasih Karunia’ sendiri, dibuka mulai dari pukul 10.00 wit – 17.00 wit, dan siap menerima pesanan berbagai jenis dan ukuran khususnya pada keripik olahan Singkong, Keladi, dan Pisang. [RV/TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *