Ketua PK Komda Papua Barat Apresiasi Bupati Yohanis Manibuy, Dorong 30 persen keterwakilan Perempuan Duduki Jabatan Strategis di Daerah
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Di negeri Sisar Matiti, Teluk Bintuni, Perempuan bukan hanya pilar keluarga, tetapi mitra sejajar dalam pembangunan.
Hal ini dibuktikan dengan ketegasan kebijakan kepala daerah dalam kepimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara, yang memberikan ruang bagi kaum perempuan ditubuh birokrasi Pemerintah Daerah Teluk Bintuni untuk menduduki jabatan strategis.
Demikian bukti komitmen dan penghormatan terhadap perempuan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang adil dan setara dalam tata kelola pemerintahan, terbukti melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.
Kegiatan pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Karya, Kompleks Perkantoran Bupati Teluk Bintuni, Distrik Bintuni, pada Senin (22/12/2027), terpantau, kurang lebih sekitar 30 persen keterwakilan perempuan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di daerah, berhasil ditunjuk pada posisi jabatan strategis kedinasan, antara lain seperti mengisi kursi jabatan sekretaris pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga menduduki posisi sebagai Kepala Distrik di lingkup Pemda Teluk Bintuni.

Capaian dan bukti komitmen tersebut, mendapatkan apresiasi dan sorotan positif sejumlah pihak salah satunya dari Ketua Pemuda Katolik, Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat Yustina Ogoney.
Menurut Yustina, Kebijakan ini bukan hanya menjadi sebuah simbol saja, tetapi juga menjadi instrumen dalam menempatkan perempuan semakin terdepan menjadi bagian dalam pembangunan daerah. Selain itu, Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan penyegaran struktur organisasi sekaligus peningkatan kinerja aparatur di berbagai bidang.
“Apresiasi tertinggi saya sampaikan kepada Bupati Teluk Bintuni atas komitmennya menjadikan perempuan sebagai subjek utama pembangunan daerah. Ini bukti komitmen pemimpin dalam mendorong kesetaraan, dan bukti bahwa pemimpin harus mampu menempatkan kompetensi dan kinerja sebagai dasar utama, tanpa memandang gender,”Ucap Ketua PK Komda Papua Barat, Yustina Ogoney, kepada gardapapua.com, Selasa (23/12/2025).

Terlebih khusus, dalam prosesi pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dilaksanakan bersamaan dalam peringatan Hari Ibu ke-97 pada tanggal 22 Desember 2025, adalah momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan. Sebagaimana diketahui, peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung semangat penguatan peran perempuan dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Terlebih prosesi pelantikan bertepatan dengan Hari Ibu Nasional 2025. Kami melihat prosesi pelantikan sejumlah ASN dari kelompok Birokrat Perempuan asli Teluk Bintuni, Perempuan Papua Lainnya & Perempuan Nusantara untuk menduduki jabatan strategis dalam lingkup Pemda Teluk Bintuni sudah sangat luar biasa,”Ungkap Yustina.

“Ini bukti serta esuai visi misi beliau bahwa harus ada representase 30% untuk posisi perempuan di birokrasi, dan sesuai tema Hari Ibu Nasional tahun ini “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2025”. Sekali lagi terima kasih pak bupati & Wakil Bupati Teluk Bintuni Tuhan Berkati,”Imbuh Yustina memberikan apresiasinya.
Sembari menambahkan, bahwa kaum Perempuan Indonesia ke depan akan semakin banyak menduduki jabatan di pemerintahan, legislatif, maupun swata, sehingga meningkatkan emansipasi perempuan itu sendiri. Untuk itu, melalui amanat dan tanggung jawab yang telah diberikan, diharapkan agar para kaum perempuan dalam tubuh birokrasi pemerintahan Teluk Bintuni agar bersama – sama saling memberikan suport (dukungan) dan terus meningkatkan kualitas diri, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah, sebagai wujud nyata dalam menjawab kepercayaan publik melalui pelayanan nyata bagi Masyarakat luas.
“Selamat menerima Berkat Tuhan para ibu – ibu serta saudara sekalian. Semangat memulai karya dan pengabdian di masing – bidang, Tuhan Berkati kita semua di atas tanah sisar matiti,”Ucap Yustina.
Diharapkan, melalui jumlah keterwakilan perempuan di birokrat diharapkan mampu mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal (Budaya dan Adat), penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan, hingga dukungan terhadap kewirausahaan dan pengembangan UMKM yang digerakkan kaum perempuan melalui kelompok sosial di setiap wilayah kampung dan distrik. [Ian/Red]
