‘Kopi Tak Selalu Pahit’, Ini Manisnya Kebersamaan HIPMI Papua Barat Dengan Pelaku UMKM di DKI Jakarta

JAKARTA, gardapapua.com — Kopi selalu mempunyai makna yang beragam di mata orang-orang. Hal inilah yang membuat kopi kerap melekat dengan sesuatu hal yang memiliki kesinambungan melahirkan ide, gagasan.

Selain sebagai ajang relaksasi, aksi ngopi ini juga sebagai momen menjalin silaturahmi dan komunikasi antara keluarga besar Pengurus BPD / BPC Himpunan Pengusaha Muda Indoensia (HIPMI) asal Papua Barat di Jakarta, dalam manisnya kebersamaan sebagai Entrepreneur Muda, asal kepala burung, Provinsi Papua Barat.

Sesuai komitmennya, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) adalah organisasi independen non partisan para pengusaha muda Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian, dimanapun keberadaannya harus bisa berdampak bagi orang lain dan sekitarnya.

Terlebih dalam hal pengembangan Usaha mikro kecil menengah yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha, BPD HIPMI Papua Barat dalam setiap moment berupaya melakukan aksi – aksi nyata spontanintas tersebut.

Tentu tujuannya untuk melarisi UMKM yang terdampak pandemi pasca Covid-19 sekarang ini, dan mendukung kebangkitan ekonomi pelaku UMKM. Salah satu contohnya, yang dialami Muhori ‘Penjaja Kopi Keliling’, di seputaran Kec.Tanah Abang, DKI Jakarta.

Pagi itu, senin (13/6/2022) Muhori, pria Kelahiran Sampang, Madura, 22 Juni 1993 (29thn) tak menyangka akan berjumpa dengan para entrepreneur muda asal papua barat.

Laju sepedanya dihentikan, saat dirinya melintas area depan Shalva Hotel, Jl. Kebun Kacang, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia berhenti tepat di depan kumpulan sekelompok Pemuda pengurus BPD/BPC HIPMI Papua Barat yang tengah berdiskusi tentang hal – hal pembangunan dan peluang usaha di Wilayah Papua Barat, yang masih perlu ditata dengan baik regulasinya dan keberpihakan kepada Masyarakat.

Seperti contoh, Pembangunan Infrastruktur Pupuk Kaltim di Fakfak, Pengelolaan Tambang Emas di Pegunungan Arfak, Swasembada Pangan Jagung di Manokwari, yang diperlukan intervensi Pemerintah dengan menggandeng para himpunan pengusaha yang mumpuni dan mampu mengelolanya dengan baik.

“Kita spontan saja, kebetulan mas (penjaja kopi keliling,red), dia lewat dan kita duduk diskusi-diskusi singkat disini. Selain itu, ini bagian dari bagaimana kehadiran kita selaku Entrepreneur Muda ini bisa memberikan dampak dan manfaat bagi mereka pelaku – pelaku usaha UMKM ini,”Ujar M. Ali Sagara, Selaku Sekretaris Umum BPC Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Sebagai pelaku UMKM, Muhori dalam kesempatan itu turut mengucapkan rasa terima kasihnya, dan berharap bagi kader – kader HIPMI dimanapun untuk semakin merakyat dan membuka diri juga membantu pelaku – pelaku usaha UMKM lainnya.

“Saya 5 Tahun tekuni usaha ini. Modal Rp.3,5 Juta, untungnya Rp. 100 – 150 rb/hari, hanya menjual Kopi renteng, dan beberapa dagangan kecil lainnya, dengan bersepeda. Terima kasih teman – teman HIPMI Papua Barat,”Ujarnya

Wabendum BPD HIPMI Papua Barat, Oky Candra Tajuk senada menambahkan, bahwa hal – hal kecil seperti ini secara tidak langsung memacu mereka para pelaku UMKM kecil untuk tetap bersemangat menjajakan jualannya. Karena entrepreneur muda adalah pahlawan tumpuan Ekonomi dan Kebangkitan Peluang Usaha bagi negeri.

Seperti diketahui, Warga Ibu Kota tentunya familiar melihat penjaja kopi keliling seperti seorang Muhori. Bermodalkan sepeda, berbagai macam minuman kemasan yang digantung di keranjang depan, serta termos di bagian belakang sepeda, mereka kerap dijumpai di jalanan, taman-taman, hingga di kawasan wisata.

Sementara tentang ‘Kopi’, selain menyehatkan fungsi hati dan juga prostat, kopi juga mempunyai manfaat lain, salah satunya perumusan masalah dan lahirnya ide-ide baru. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *