‘Usia Emas ke -50 Tahun’, Ketum BPC HIPMI Pegaf Minta Pemerintah Buka Ruang Seluasnya Bagi Pengusaha

JAKARTA, gardapapua.com — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sebagai organisasi non-partisipan sudah berdiri 50 tahun. Organisasi ini sudah melahirkan pemimpin-pemimpin muda bukan hanya menjadi menteri, namun juga sudah menjadi Presiden RI.

Terkait akan itu, Ketua BPC HIPMI Pegunungan Arfak (Pegaf), Yurthinus Mandacan dalam momentum HUT ke -50 di tahun 2022 ini, mempunyai secarik harapan bagaimana kedepan, melalui kesempatan dan ruang yang diberikan oleh Pemerintah HIPMI akan banyak melahirkan entrepreneur muda yang berani menciptakan peluang – peluang bisnis atau usaha, dan membuka lapangan kerja.

“Harapan saya di usia HIPMI yang ke -50 tahun ini, akan lahir dan tampil di panggung pebisnis nasional, pengusaha – pengusaha asli papua. Kita Orang Asli Papua juga harus bisa. Maka kita perlu intervensi dukungan dari pemerintah itu. Intinya Pemerintah jangan takut buka ruang seluasnya bagi Pengusaha, apalagi mereka yang pemula,”Ujar Ketua BPC HIPMI, Yurthinus Mandacan, dalam keterangannya, Sabtu (11/6/2022), di JCC.

Selain diperlukan intervensi dari Pemerintah, khususnya di daerah. Pemerintah juga perlu merangkul setiap pengusaha, dan mendata baik jumlah pengusaha – pengusaha lokal agar diberikan kesempatan seluasnya bagi mereka khususnya yang bergerak pada bidang ekonomi dan langsung melibatkan masyarakat.

Itu tak lain, menjadi pemicu dalam mendukung adanya percepatan investasi dan berharap bisa memajukan pengusaha lokal atau pelaku UMKM. Selain itu, jikalau ada investor yang masuk ke daerah, maka sudah sewajibnya harus berkolaborasi dengan pengusaha lokal atau UMKM setempat.

“Itu tujuannya agar pengusaha lokal diberikan kesempatan berkolanorasi maka tentu dengan sendirinya mampu menyerap tenaga kerja dari lokal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,”Paparnya

Yurthinus berharap, melalui segala kebijakan dan ruang peluang yang diberikan, diharapkan menjadi tempat untuk memungkinkan terwujudnya upaya kolaborasi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional tersebut, menuju Indonesia emas di tahun 2045.

Ketua BPC Pegaf juga mengapresiasi Ketua Umum BPP HIPMI H. Mardani H. Maming, S.H., M.Sos, yang mana selama kepimpinannya terus menyuarakan dan mendorong percepatan investasi dalam rangka kemudahan dalam membuka usaha baru.

Tentu percepatan investasi ini untuk mendukung kegiatan perizinan, kemudahan dan kolaborasi investor besar untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara kolektif. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menenga (UMKM) perlu mendapatkan dukungan untuk dapat berkembang di masa pandemi menuju endemi.

Dukungan ini diperlukan karena pelaku usaha UMKM ini menjadi pondasi bagi perekenomian Indonesia, serta pengembangan dan pemberdayaan terhadap UMKM Lokal didaerah. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *