Tanggapi Perdebatan Terkait Tarif Ojek, Ini Kata Bupati Freddy Thie

KAIMANA, gardapapua.com — Bupati Kaimana, Freddy Thie akhirnya angkat bicara terkait tarif ojek yang telah menjadi trend diperdebatkan dikalangan Masyarakat, hingga menyebar dimedia sosial Facebook, beberapa waktu terakhir.

Bupati menegaskan bahwa sebelum ada kesepakatan bersama baik dari element Masyarakat, DPRD dan Pemerintah Daerah serta Organisasi Ojek, maka Tarif yang lama masih tetap berlaku.

Hal itu disampaikan Bupati Kaimana Freddy Thie kepada media, usai membuka kegiatan Gebyar Ramadhan 1443 H, di taman Jokowi Iriana.

” Jadi saya minta sekali lagi, tuntutan kenaikan tarif yang diajukan oleh organisasi ojek ini aspirasi mereka, silahkan aspirasi itu disampaikan ke dinas teknis, kalau ini dari Rp 5.000,- menjdi Rp 10.000 ini bukan rasional namanya, kita harus duduk secara bersama sama dan melihat, kalau BBM naiknya berapa Persen, harus berbanding lurus, contoh kalau BBM Naik 10 persen, tarif juga harus naik 10 persen, itu baru rasional,”Ujar Bupati, Freddy Thie.

Terkait dengan usulan yang menurut pengurus ojek sudah disampaikan ke instansi teknis, dikatakan bupati belum dikoordinaskan dengan dirinya selaku pengambil kebijakan di daerah ini.

“Kalau soal usulan kelompok ojek, saya belum mendapatkan laporan, sehingga saya katakan harus duduk secara bersama baru lakukan kesepakatan, selama belum ada kesepakatan bersama, tetap masih gunakan tarif lama,”Tegas Bupati lagi.

Terlepas dari tarif, Dia (Bupati,red) menambahkan bahwa, telah memberikan petunjuk kepada dinas teknis, dalam hal ini dinas perhubungan kabupaten Kaimana, untuk mendatangkan Grab atau Gojek.

” Artinya diera digitalisasi terbuka seperti saat ini, saya mau memang harus semua dibuka, saya kapan hari ada berikan petunjuk untuk datangkan Grab atau Gojek ke Kaimana, agar dampaknya bagaimana, tetapi kalau hitungan saya secara pribadi ini sangat membantu banyak orang dan pasti ojek juga hidup dan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan harga yang bersaing, karena Pemda itu berdiri bukan untuk satu golongan tetapi untuk semua golongan, dan yang paling penting dari persoalan ini, sebagai bupati kita harus duduk secara bersama untuk membuat kesepakatan, intinya cuma itu,”Ujar Bupati menambahkan. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *