Pilkada Raja Ampat, Sosialisasi Kotak Kosong Digencarkan

WAISAI, gardapapua.com — Pesta Demokrasi Pilkada serentak tahun 2020 di kabupaten Raja ampat dipastikan pelaksanaannya dapat berjalan aman dan damai.

Hal itu terus digencarkan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang tengah dilaksanakan oleh masyarakat para relawan yang intens mensosialisasikan bahwa pilihan kotak kosong itu juga merupakan bagian dari demokrasi.

Ini dibuktikan oleh para relawan Kotak Kosong (Koko,red) yang dinyatakan mendapat dukungan dari setidaknya perwakilan 14 Suku di Raja Ampat, untuk mereka dapat rutin dan aktif mensosialisasikan dengan benar demokrasi pilihan kotak kosong.

Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang tergabung dalam relawan kotak kosong ini dilaksanakan di Sekretariat Aliansi Raja ampat Bersatu (ARAB), pada rabu (21/10/ 2020) sekira pukul 10.30 wit, Jl. Basuki Rahmat, Kel Warmasen, Distrik kota Waisai, Kab Raja Ampat.

Hadir diantaranya mewakili jajaran forkompimda, Letkol Inf Yosef Paulus Kaiba (Dandim 1805/Raja Ampat), AKP. Zetbiang Matasik SH (Kabag Ops Polres Kab Raja Ampat), Charles Imbir (Ketua Relawan Kotak Kosong) Albert Rumbarak (Ketua LMA Wardo), Yance Mambrasar (Pengarah ARAB), Adam Gaman (Tokoh Adat), Mahmud Daam (Tokoh Adat), Artemas Mambrisauw (Ketua LMA Usba), (LMA Betkaf) dan Para tokoh masyarakat serta simpatisan KOKO (kotak kosong).

Albert Mayor selaku Ketua Aliansi Raja Ampat Bersatu, dalam sambuatannya menerangkan, bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar supaya relawan kotak kosong dapat menjadi dasar kekuatan untuk para relawan (koko) dalam melaksanakan sosialisasi di kampung-kampung, tetap harus berada di jalur dan sesuai aturan perundangan tentang pelaksanaan pilkada.

Kata dia, bahwa pilihan kotak kosong juga merupakan bagian dari demokrasi. Sehingga melalui Sosialisasi ini khususnya kepada relawan kotak kosong agar mengikuti kegiatan ini dengan baik.

ADVERTORIAL HUT GKI KE – 64 LP3KD Papua Barat.

Agar dalam pelaksanaan mensosialisasikan kepada para relawan yang tersebar di 117 Kampung 24 distrik dan 4 Kelurahan di raja ampat, tentunya paham apa itu kotak kosong.

Ia juga menjabarkan bahwa Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) sejak hadir di Kabupaten Raja Ampat didalamnya mewadahi beberapa kelompok yang ada. Antara lain relawan kotak kosong, Brigade Kotak kosong, Mas Koko (Masyarakat kotak kosong) dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang mendukung kotak kosong.

“Perlu Kami sampaikan bahwa,Aliansi raja ampat bersatu (ARAB) didukung bukan hanya relawan kotak kosong, tapi juga dari Suku dan lembaga adat,yang mana di di ketahui ada 14 lembaga Adat di Raja Ampat yang mendukung Aliansi ini, dan dalam perjalanan ini Aliansi membentuk Tim Pemenangan yang di ketuai oleh Charles A M Imbir,”Ujarnya

Dimana pada prinsipnya, kehadiran (ARAB), serta adanya relawan kotak kosong untuk menjadi tujuan yakni mengubah demokrasi di raja ampat, bahwa memilih sesuai kehendak hati adalah bagian untuk mengimplementasikan apa yang diharapkan.

“Sehingga Ayo, tim relawan agar bekerja semaksimal untuk memenangkan Kotak kosong,”Imbuhnya

Sementara itu, Kapolres Raja Ampat yang diwakili AKP. Zetbiang Matasik SH, selaku Kabag Ops Polres Kab Raja Ampat turut mengungkapkan bahwa hubungan kekeluargaan di Raja Ampat sangat kental yang membedakan hanya pilihan politik saja pada saat ini.

“Sehingga saya harapkan setelah nanti tanggal 9 Desember hubungan yang sebelumnya kurang baik bisa menjadi baik kembali,”Harapnya

“Dan kami harap lakukan sosialisasi yang baik tidak perlu menjatuhkan kita tetap mengedepankan kekeluargaan yang baik,”Pesannya mengingatkan.

Sembari mengingatkan, bahwa meski Kotak kosong mungkin bukanlah hal yang baru di Indonesia, namun pelaksanaanya di Raja Ampat ini merupakan hal yang baru. Sehingga perlu untuk digencarkan dan dilakukan sosialisasi yang baik sesuai aturan KPU kepada masyarakat.

Terpisah Dandim 1805/Raja Ampat, Letkol Inf.Josep Paulus Kaiba juga menyampaikan bahwa semua yang berkumpul disini tentunya dalam maksud menginginkan atau berharap agar ada perubahan yang lebih baik di Kabupaten Raja Ampat.

Sehingga diharapkan, adanya kerjasama seluruh lapisan masyarakat, secara khusus kepada para tim relawan yang ada dan telah terbentuk dari masing – masing yang ada.

” Kami tegaskan, bahwa TNI tetap berpegang pada netralitas TNI yang sudah menjadi ketetapan dan penekanan dari pimpinan, Sehingga kami harus menerapkan secara terukur. Selain itu, ada hal – hal khusus yang kita sebut Otonomi khusus yang harus kita yakinkan kepada pemerintah pusat bahwa Otsus berjalan baik di Papua ini. Kami tekankan pada seluruh aparat yang ada agar tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Penjabaran netralitas ini adalah mengawasi di lapangan dan melaporkan agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan,”Tukas Dandim

Sembari menyarankan, agar dalam melaksanakan sosilisasi di lapangan agar dapat dalam bentuk berdialog dalam hal penyampaian aspirasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab, Sosialisasi ini adalah bagian yang cukup baik sehingga dari Apkam dimudahkan dalam memetakan pendukung masing-masing agar mudah mendeteksi jika ada pihak – pihak yang menginginkan perpecahan.

“Pemilu di Kab. Raja Ampat yang ini adalah ke-4. Tapi masyarakat masih perlu diingatkan sehingga tahu terkait adanya kotak kosong ini, Hindari terjadinya konflik yang timbul karena berita-berita tidakz benar. Saat ini sudah saatnya kita menunjukkan kebenaran karena kebenaran itu pasti menang,”Cetusnya

“Adanya kotak kosong berarti dia punya tujuan. Mekanisme nya dan hak untuk memilih ada di anda sekalian. Tetap menjaga etika, norma dan aturan sehingga kita dapat menghasilkan pemimpin berkualitas,”Tutup Dandim menerangkan. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *