Terpilih Secara Aklamasi, Barto Asem Sah Duduki KNPI Kabupaten Tambrauw

FEF, gardapapua.com — Berto Asem ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten. Penetapan itu berlangsung dalam musyawarah daerah (musda) II di aula Ex Aula Kantor Bupati Kabupaten Tambrauw di Sausapor yang berlangsung 29 September 2020.

Pada saat prosesi pemilihan, pencalonan. Barto Asem disetujui oleh semua peserta musda yang terdiri atas utusan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Pengurus KNPI tingkat Distrik.

Setelah dilakukan penetapan, Barto Asem yang juga sebagai PNS di salah satu Dinas di Kabupaten Tambrauw menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah.

Berdasarkan himpunan informasi olehSoleh Comite Josephus K. Faan kepada awak media (1/10), membeberkan, bahwa pada Musda II DPD KNPI Kabupaten Tambrauw ditetapkan 3 calon yakni, Barto Asem, Herman Syufi dan Thomas Akari.

Pada proses verifikasi berkas kasat Yosep, berkas milik Barto Asem dinyatakan lengkap meliputi 6 OKP pendukung dan 3 KNPI Distrik. Sementara Thomas Akari dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena yang hadir bukan OKP, namun Ormas.

“Sementara, Harman Syufi, tidak hadir pada Musda ke-II. Sehingga secara otomatis Barto Asem terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Tambrauw, secara aklamasi,”Cetusnya

Sementara Carateker DPD KNPI Kabupaten Tambrauw, Dominggus mengatakan bahwa generasi Tambrauw memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kaum muda agar dapat berperan serta bersama pemerintah daerah mengisi pembangunan di kabupaten tambrauw demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Lanjutan Musda II KNPI Kabupaten Tambrauw juga merupakan momentum bangkitnya pemuda Tambrauw.

” Harapan kita, MUSDA ini juga merupakan sebuah perwujudan yang menghasilkan komitmen kita bersama selaku Pemuda guna berkontribusi mendukung pemerintah kabupaten tambrauw dalam mengisi pembangunan,” ujar Dominggus Baru.

Dominggus menjelaskan bahwa selama ini telah terjadi staknan organisasi KNPI di tambrauw. Kondisi tersebut mengakibatkan pemuda mengalami kehilangan arah dlama memposisikan peran sebagai bagian dalam mengisi pembangunan di Tambrauw.

” Lewat momentum Musda II yang akan kita laksanakan kiranya dapat menjadi tonggak sejarah bangkitnya pemuda tambrauw bersama pemerintah daerah tambrauw,”Jelasnya. [RF/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *