Ini Kronologis Pengrusakan Rumah Oknum PNS Di Mansel, Polisi Amankan Senapan Angin dan Sajam

MANOKWARI, gardapapua.com — Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi, akhirnya merincikan peristiwa dugaan penembakan dan pengrusakan rumah warga milik salah satu oknum PNS INSIAL HM, yang terjadi pada, rabu (12/8/2020), kemarin.

Menurut Kabid Humas, laporan peristiwa itu diterima oleh Kapolres Mansel AKBP SLAMET HARYONO.T,SH, melalui Asisten 1 Kab Mansel, via telepon seluler Rabu sore.

Dimana bahwa telah terjadi keributan antara oknum Pns saudara H M dengan ET dan MT di kampung Neney Distrik Neney, yang mengakibatkan pengrusakan rumah saudara HM (Korban) yang di lakukan oleh ET dan MT dengan menggunakan 1 buah senapan angin pompa, 1 buah sekop. Dan sebilah parang.

Sementara sesuai pemeriksaan dilapangan, atas kejadian itu korban HT mengalami sejumlah kerugian material akibat barang yang rusak tersebut antara lain, rusaknya kaca jendela ruang tamu dan jendela kamar pecah di akibatkan tembakan dari senapan angin pompa, Kaca mobil Avanza milik korban sebelah kiri dan bagian belakang pecah akibat hantaman benda tumpul/skop, dan Kabel mesin babat rumput milik korban terputus.

” Pelaku ada dua orang, yaitu insial ET dan MT,”Sebut Adam Erwindi

Adapun kronologis kejadian untuk diketahui, saat itu sekitar pukul 17:00 wit, korban an HM ( korban) sedang membabat rumput di halaman kantor Distrik Neney (sekitar rumah korban), lalu datang kedua pelaku yang dipengaruhi minuman alkohol/keadaan mabuk menuju rumah korban yang pada saat itu istri korban an DM sedang menggendong anak di depan rumah, lalu kedua pelaku meminta rokok dan pinang kepada istri korban, tapi tidak di peduli oleh istri korban dan istri korban lalu masuk ke dalam rumahnya.

Kemudian kedua pelaku pergi dalam keadaan marah serta merasa tidak di hargai yang berujung tidak lama kemudian kedua pelaku kembali ke rumah korban sambil marah dan mengamuk serta berteriak di depan rumah korban.

“Melihat kejadian tersebut suami (korban) berhenti membabat rumput dan mendatangi kedua pelaku sambil bertanya, tapi kedua pelaku merespon dengan emosi dan lalu mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam/parang dan senapan angin pompa sambil mengatakan “ko tidak hargai sa sekali”, akhirnya korban yang merasa takut lari masuk ke dalam rumah bersama istri dan anaknya sembari menunggu pertolongan dari masyarakat sekitar, sambil menelpon Asisten 1 yang kebetulan kakak kandung korban,”Rinci Adam Erwindi menyebutkan

Atas peristiwa itu, pihak kepolisian setempat telah melaksanakan tindakan sejak menerima Laporan dan mendatangi TKP serta melakukan pendekatan terhadap para tokoh adat, agama, masyarakat. dan mengamankan massa di TKP.

“Korban sekeluarga (suami, istri dan anak) sementara sudah diamankan atau dievakuasi ke distrik ransiki, dan polisi masih menindaklanjuti hal ini,”Tukasnya. [TIM/SY/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *