MRPB Bakal Dorong Sebuah Regulasi Perlindungan Wajib Tanam Pangan Lokal

RANSIKI, gardapapua.com – Guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan dimasa Pandemi Covid-19. Masyarakat diharapkan membantu Pemerintah Daerah (Pemda) membangun kembali ketahanan Pangan Lokal tanpa mengharapkan bantuan Sembako.

Itu ditegaskan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren disela – sela waktu bersama keluarganya saat melaksanakan kegiatan Bercocok Tanam berlangsung selama kurang lebih 3 bulan, di salah satu kampung yang terletak di Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Dalam kegiatan itu sebagai Pemimpin Lembaga Kultur, dirinya mengajak seluruh masyarakat asli Papua untuk kembali Bercocok Tanam atau berkebun.

“Kita akan mendorong sebuah regulasi atau perdasus perlindungan tanaman pangan lokal papua. Hal ini sangat penting, supaya kedepan masyarakat sudah lagi bersandar kepada pemerintah untuk mendapat bantuan-bantuan seperti yang terjadi saat ini,”Ujar Maxsi

Pasalnya, selain mengantisipasi terjadinya krisis pangan, tetapi sejauh ini khusus masyarakat asli Papua kebanyak sudah tidak lagi berkebun atau bertani seperti sedia kala.

“Kalau kita berbicara pertanian khusus pangan lokal, jujur bahwa yang mengusasi pasar bukan lagi orang asli papua. Tetapi dikuasi oleh saudara-saudara kita pendatang atau transmigrasi yang ada di papua barat seperti di kabupaten manokwari, mansel, dan Teluk Bintuni,”terang Maxsi saat berada di Kebun.

Oleh karena itu, sekali lagi dia mengajak seluruh masyarakat asli Papua untuk bersama-sama kembali bercocok tanam.

Tetapi sekaligus menghindar dari virus corona kini mewabah hingga ke seluruh dunia termasuk Tanah Papua.

Dalam kesempatan ini, Ahoren juga berharap kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan, baik Provinsi maupun Kabupaten agar dapat memberikan perhatian terkait pembagian bibit tanam pangan maupun perkebunan.

“Kami harap harus tersalur secara baik, sehingga masyarakat di kampung-kampung juga bisa mendapatkan bibit tersebut,”Jelasnya

Untuk itu, diharapkan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan agar menyuplai bibit-bibit tersebut ke masyarakat asli Papua yang sedang membuka lahan perkebunan.

Dicecar terkait perlindungan tanaman lokal, Ketua MRPB mengungkapkan, bahwa sebagai lembaga kultur tentunya akan mengambil langah-langkah untuk melindungi dan menjaga tanaman lokal atau endemik Papua.

Ditambahkan Ketua MRPB, bahwa tanah Papua merupakan tanah yang subur dan diberkati, maka masyarakat asli Papua harus bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *