Di Harla Pancasila ke-75, Sirajudin Ajak Kaum Muda di Manokwari Wajib Terapkan Nilai Pancasila

MANOKWARI, gardapapua.com — Salah satu Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat dan Ketua Presidium KAHMI Papua Barat, Sirajudin, SH.,M.Si, dalam ungkapan merefleksikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pijakan untuk mengabdi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengutarakan, bahwa dirinya mempuntai harapan tinggi terhadap generasi muda Manokwari, Papua Barat untuk menjadi yang terdepan dalam membangun daerah.

“Harapan saya kepada kaum muda sebagai penerima estafet kepemimpinan Bangsa dan Negara ke depan. Jadilah yang terdepan dan yang terbaik dalam melakukan aktivitas dengan senantiasa bersiap mengisinya dengan kedisiplinan, kepekaan sosial, rasa kemanusiaan,”Ujar Sirajudin, S.H, M.Si, melalui siaran persnya, diterima redaksi, senin (1/6/2020).

Lanjut Sirajudin, yang juga sebagai Bakal calon Bupati kabupaten Manokwari, Papua Barat periode 2020-2025 itu menyebutkan, bahwa dalam refleksi menyambut Peringatan hari Lahir (Harla) Pancasila yang ke-75 yang jatuh pada 1 Juni 2020 menegaskan bahwa untuk merekrontruksi nilai-nilai Pancasila tak cukup sekedar tekstual.

“Merekonstruksi nilai Pancasila, kita tidak sekedar mengenang Pancasila sebagai teks, tetapi bagaimana agar seluruh anak bangsa mampu menjiwai Pancasila sebagai roh gerakan kebangsaan. Dengan demikian sehingga akan melahirkan semangat korsa, senasib sependeritaan, simpati dan empati terhadap sesama anak bangsa, persatuan dan kesatuan gerakkan mengedepankan rasa kemanusiaan tanpa terkecuali di atas kepentingan indifidu dan kelompok,”Tutur Sirajudin,

“Jadi, semua itu akan dapat di capai dengan cara belajar, belajar dan belajar. Karna abad 4.0 esok tidak bisa dihindari. Hanya generasi mudalah yang berpotensi, yang mampu menerima estafet kepemimpinan,”Tambahnya

Lanjutnya, bahwa semangat Kebangsaan yang mampu melahirkan kebijakan aturan yang memprioritaskan masyarakat yang betul-betul sangat membutuhkan, dalam bagian dari implementasian nilai – nilai Pancasila.

“Segenap anak bangsa harus tetap optimis, bahwa bencana apapun itu pasti bisa dihadapi dan pasti akan berakhir dengan spirit Sila Pertama Pancasila. Bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak akan memberikan beban cobaan dan atau ujian di luar kemampuan hambanya,” ajaknya mereflektif.

Sirajudin juga berharap, agar semua pihak khususnya kaum muda di Manokwari menjadikan Pancasila bukan sekedar di kenang tapi kemudian bagaimana menjiwai nilai-nilai lima sila dalam Pancasila, Yakni tercapainya Keadilan, kemanusian, keadaban dan kemerdekaan bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali.

“Pancasila harus menjadi Roh Kehidupan setiap anak Bangsa, ”Tandas Sirajudin, Pria yang sejak lama hidup dan besar di Manokwari hingga memperistrikan Eferdinan Wanggai seorang putri asal Papua dan telah dikarunai 3 orang anak laki – laki. [*/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *