Kata Bupati AFU, Kotak Kosong Juga Pesta Demokrasi

WAISAI, gardapapua.com — Incumbent Bacalon pilkada 2020 yang juga selaku Bupati Kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) mengatakan, bahwa pilihan melawan kotak kosong juga merupakan bagian dari sebuah pesta demokrasi.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati AFU, Senin (17/2/2020) kemarin dihadapan para insan pers raja ampat, saat dirinya dicercai beberapa peetanyaan dinamis terkait perpolitikan pilkada dikabupaten raja ampat, juga salah satunya tentang pilihan jawaban dirinya terhadap penentuan Cawabup yang akan mendampingi dirinya maju pada perhelatan pilkada ini.

” Jika itu terjadi, maka kami akan melawan kotak kosong. Karena nenurut saya juga pesta demokrasi, tetapi semuanya saya serahkan kepada Tuhan,”Pungkas Bupati AFU

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati SE, mengatakan, hingga memasuki tahapan pilkada di kabupaten Raja Ampat yang berada dibawah naungan provinsi papua barat menilai, bahwa selaku pimpinan daerah tentu dirinya akan menjaga ketenangan dan kedamaian, demi terwujudnya pesta demokrasi yang dinamis, harmonis dan demokratis.

Lanjut menyebutkan, juga sejauh ini berdasarkan hasil survei dan penilain timnya telah ditemukan tiga nama yang sudah siap menawarkan diri sebagai pasangan wakil bupati mendampingi dirinya maju di periode kedua.

“Ketiga nama calon wakil tersebut guna menentukan siapa wakil nantinya akan dilakukan sosialisasi dan konsolidasi bahkan di evaluasi berupa hasil survei dulu,”Ujarnya

” Saya sendiri sampai saat ini belum menentukan siapa wakil yang mendampingi, karena masih dalam proses,”Tambahnya
Sambil mengevaluasi calon wakilnya, AFU juga menyampaikan kepada sejumlah awak media, di Cafe empat raja, agar tetap menunggu hasil yang terbaik.

Hal itu dengan maksud, agar bukan sekedar saja menentukan Cawabup namun wajib dibarengi dengan persamaan Visi dan Misi, yang nantinya dapat berjalan bersama untuk membangun kabupaten Raja ampat serta mampu memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat terutama amanah yang kalau Tuhan berikan harus dijalankan.

” Seorang wakil memiliki peran serta dalam mendukung saya sebagai Calon bupati pada pesta demokrasi di Raja ampat yang tidak terlalu lama lagi,”Cetusnya

Disisi lain AFU juga menyampaikan bahwa, keberhasilan sebuah pemerintahan baik dari Presiden bahkan Gubernur Wali kota,dan Bupati, membutuhkan waktu yang panjang untuk menyelesaikan program pembangunan dalam jangka Lima (5) tahun tersebut. Sehingga jikalau tidak maksimal, maka tentu dalam mengoptimalkannya membutuhkan waktu 5 Tahun lagi.

“Wajar dimana-mana dinamika politik tetap terjadi bukan saja di Raja Ampat. Dan perlu diketahui sebagai seorang Cabup saya juga katakan bahwa saya loyal menerima masukan dan dorongan. Saya harap rekan – rekan wartawan juga memberikan kemantapan untuk menentukan Calon wakil yang terbaik,”Harapnya

Sembari menegaskan, bahwa dalam waktu dekat dirinya juga siap mendaftarkan dirinya ke beberapa partai politik lainnya seperti partai golkar, dan Hanura jika sudah membuka pendaftaran.

” Dan perlu diketahui juga bahwa, terlepas dari Partai Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, dan PAN sudah ada di saya,”Jelasnya. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *