Sekda Raja Ampat, Buka Sosialisasi Peningkatan Pengelolaan Usaha Perempuan R4

WAISAI, gardapapua.com — Sekretaris daerah kabupaten Raja ampat, DR. Yusuf Salim,M.Si, resmi membuka kegiatan sosialisasi perempuan dalam Pengelolaan Usaha di kota waisai Kabupaten Raja ampat, selasa (19/11/19), pukul 09.30 wit, bertempat di gedung wanita (Syalome syeben).

Peserta kegiatan berjumlah 50 orang, terdiri dari Ibu-ibu pengelola Usaha di Waisai, Ibu-ibu PKK, Ibu persit Kodim 1805/Raja Ampat.
Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Asisten III bidang administrasi umum Yulianus Mambraku SH, Kapolres Raja ampat, diwakili Kasat Reskrim, Iptu Nirwan Fakaubun SIK, Perwakilan dari OPD, Kepala Bidang, Sekretaris lingkup Pemkab Raja ampat, adapun Narasumber Marselina ST, Kabid pengembagan SDM Anggota Koperasi dan penyediaan Sapras Dinas Koperasi UKM Kabupaten Raja ampat.

Kepala dinas DP3AKB Kabupaten Raja ampat, Sity Syam S.Sos, mengatakan keberadaan perempuan pada bidang ekonomi sangat penting.

Dijelaskan, bahwa perempuan indonesia memiliki potensi yang besar dalam memajukan perekonomian, khususnya dari sisi kewirausahaan.

” Partisipasi secara nasional angka kerja bagi kaum perempuan sebagaimana yang disebutkan ini dari 51,39 %. pada tahun 2012 menjadi 55,44 % pada februari tahun 2018 atau meningkat sebesar 4,05 %,”Ujar Sity Syam, S.sos,

Lanjut dia, perkembangan dunia usaha kedepan akan menuntut pelaku usaha untuk tidak saja memenuhi aspek kualitas barang dan jasa. tetapi memenuhi aspek pelayanan konsumen kreativitas dan teknologi informasi komunikasi.

Sejauh ini DP3AKB, memiliki peran yang sangat strategi dalam membangun ekonomi perempuan dan ekonomi keluarga. Maka perlu terus memperkuat peran-peran edukasi. Juga keuangan dan advokasi dalam membantu perempuan Indonesia.

“Pemerintah melalui kebijakan dan program DP3AKB pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender akan memberikan dukungan melalui program program pelatihan dalam bidang usaha,”Kata Sity

“Saya berharap bahwa melalui sosialisasi ini peran perempuan dibidang ekonomi dapa tmeningkatkan produktivitas perempuan dengan memperluas pelaku usaha. Juga meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha dan semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat merumuskan strategi,”Tambahnya,

Sosialisasi membuka akses ekonomi untuk mempercepat pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi khususnya untuk meningkatkan kemampuan pengusaha perempuan karena peran perempuan dalam bidang ekonomi akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan rumah tangga.

Sementara itu, Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si yang membuka secara resmi sosialisasi menyatakan salah satu indicator suksesnya pembangunan satu daerah adalah pembangunan yang berpihak pada kaum perempuan.

“Kaum perempuan tidak ditempatkan sebagai objek tetapi sebagai subjek atau pelaku utama pembangunan suatu daerah,”Jelas Salim.

Dijelaskannya, keberpihakan dan keterlibatan kaum perempuan menjadi kata kunci. Agar keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan memberikan manfaat yang besar maka penting bagi stakeholder terkait dan kaum perempuan itu sendiri untuk meningkatkan sumber daya manusia termasuk skiil, ketrampilan dan kemampuan yang dimilikinya.

Ia juga mengingatkan agar Dinas terkait fokus dan giat memberikan pendampingan dan pelatihan bagi ibu-ibu dan mengajak ibu-ibu punya motivasi dan semangat untuk mengembangkan usaha-usaha kreatif.

“Peluang usaha yang bisa dikembangkan oleh ibu-ibu, baik itu kuliner, kerajinan dan usaha kreatif lainnya, karena Raja Ampat merupakan wilayah strategis sebagai “destinasi wisata dunia,”Tutupnya. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *