BNNP PB, Mantapkan Komitmen P4GN Dilingkungan Pendidikan Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat terus menggenjot Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Lingkungan Pendidikan terampil dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba.

Kegiatan itu dimantapkan melalui Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, bersama Dinas Pendidikan Papua Barat, selasa (15/10/2019) kemarin, bertempat di Swissbell Hotel Manokwari.

Kegiatan yang digagas oleh Bidang P2M Sie Pemberdayaan Masyarakat ini turut dihadiri peserta 40 orang peserta.

Kabid P2M BNNP Papua Barat, drg. Indah Perwitasari, S.Kg dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuannya kegiatan ini adalah untuk membangun komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian lingkungan pendidikan dalam program P4GN, menggerakkan potensi kemandirian para penggiat anti narkoba dan mengumpulkan Data dan informasi tentang P4GN.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini terbentuk penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan dan dapat menerapkan program P4GN secara mandiri di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Kasie Pemberdayaan Masyarakat, Stanly N. Taghupia, SH, saat memberikan arahan materi dengan judul Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya P4GN, menyampaikan terkait Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya P4GN.

Dimana masalah utama dalam penanganan masalah narkoba adalah kurangnya mobilisasi sumber daya untuk berperan aktif dalam upaya P4GN, sehingga diperlukannya sinergitas guna mencapai tujuan bersama yaitu lingkungan pendidikan bebas narkoba.

Dijelaskan juga, bahwa selain sinergitas dengan lingkungan pendidikan, BNNP Papua Barat juga bersinergi dengan Instansi Pemerintah, Swasta dan juga masyarakat dengan membentuk para penggiat anti narkoba guna mewujudkan lingkungannya yang mandiri dalam upaya P4GN baik itu kemandirian dalam melaksanakan penyuluhan maupun kemandirian dalam melaksanakan tes urine.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, M.Pd, saat turut memaparkan materi Peran Aktif Dinas Pendidikan dalam upaya P4GN di Lingkungan Pendidikan, menyampaikan, bahwa Peranan Dinas Pendidikan telah berjalan dengan mulai menerapkan pendidikan berbasis keluarga sebagai hal yang paling mendasar bagi para siswa sebelum siswa beranjak di didik di sekolah dengan waktu efektif hanya 4-8 jam pelajaran.

“Lingkungannya sangat menentukan khususnya keluarga dan pergaulan,”Ucap Barnabas Dowansiba, M.Pd.

Ditambahkannya, terkait komitmen dinas pendidikan dalam menerapkan secara menyeluruh bagi semua sekolah terkait penyuluhan bagi siswa baru sebagai bagian program PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan Tes Urine secara mandiri bagi semua sekolah sebagai layanan deteksi dini dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap di lingkungan sekolah.

“Kami akan menyiapkan kembali, regulasi dan penyempurnaan tentang Perjanjian kerjasama yang akan diperbaharui sesuai kebutuhan maupun kelengkapan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan bagi sekolah-sekolah dalam melaksanakan penyuluhan dan tes urine, sebagai upaya bersama medeteksi dan berantas narkoba sedini mungkin, “Jelasnya. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *