Wartawan Datang, Alat Berat Mendadak Kerja

MANOKWARI, gardapapua.com — Alat berat mendadak bekerja ketika sejumlah wartawan dari berbagai media, Sabtu, 8/06, mendatangi Distrik Tahota, Manokwari Selatan (Mansel) untuk melakukan peliputan terkait keluhan masyarakat bintuni dan sekitarnya akan kondisi jalan di wilayah itu yang mengalami rusak parah.

Wartawan yang tiba dilokasi langsung melakukan wawancara dengan sejumlah penumpang yang sedang berjalan kaki melintasi lumpur sejauh 5 km akibat kendaraan yang mereka tumpangi tertanam dalam lumpur, diruas jalan itu.

Hasil pantauan sejumlah wartawan, tidak ada aktifitas alat berat dilokasi 2 kilo meter setelah camp, yang terlihat adalah alat berat tersebut sedang parkir.

Tak lama setelah wartawan tiba dilokasi, Kasatker, Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Bintuni Benny beserta 3 orang staf juga tiba di lokasi dan langsung memerintahkan alat berat untuk bergerak memperbaiki jalan.

Padahal sebelumnya, menurut Petrus, salah satu supir hilux lintas kabupaten Bintuni – Manokwari (PP) mengatakan, bahwa tidak ada alat berat yang bekerja.

“Ada satu alat berat di jalan pasir, tapi tidak beroperasi,”Kata Petrus.

Ia menuturkan, terpaksa sejumlah penumpang berjalan kaki dan supir bersama mencari bantuan sesama supir agar dapat menarik kendaraannya, jikalau mobil yang digunakan terjebak dalam lumpur.

“Saya Jalan kaki untuk cari bantuan, biasanya ada teman supir yang mau bantu ada kalanya penumpang juga ikut jalan,”Tukas Petrus

Ia juga membantah jikalau alat berat kerap berada di lokasi dan membantu menarik sejumlah mobil yang terjebak di dalam lumpur.

Sementara itu, menurut Lukman Kaitam, salah satu warga bintuni ketika diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, agar dirinya dapat tiba di Manokwari ia berjalan sudah sejauh 5 Km hanya untuk mencari tempat supaya dia bisa isitirahat sambil menunggu mobil yang ditumpanginya bisa ditarik karena terjebak lumpur.

“Saya sudah jalan 5 kilo meter, tadinya saya berpikir kalau jalan ini sudah bagus, tapi ternyata malah tambah rusak,”kata Lukman.

Ia menambahkan, sebaiknya kontraktor jangan hanya meutup lubang dengan material dari lumpur.

“Percuma saja Kalau mereka tutup lubang dengan lumpur, pasti hancur lagi kalau hujan,”Tutup Lukman. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *