Pilpres 2019 Bukan Sekedar Politik dan Suara, Mari Pupuk Persaudaraan

MANOKWARI, gardapapua.com — Cawapres nomor urut dua (2) Sandiaga Uno mengatakan bahwa, terkait kunjungan dan kampanyenya di bumi cendrawasih papua barat, Rabu (27/3/2019), bukan sekedar berpolitik dan meraup suara.

” Jadi jangan berbicara dan hanya berpikir bahwa semuanya politik – politik, suara – suara. Saya lihat pilpres ini bukan sekedar tentang prabowo – sandi. tapi bagaimana kita membangun bangsa ini lebih baik dengan penuh persaudaraan jadi itu yang saya yakini,”Ucap Sandiaga Uno didepan awak media, disela kunjungannya saat berada di situs injil pulau mansinam, Rabu (27/3/2019) pagi.

Sandiaga menjelaskan, bahwa kunjungannya ke pulau mansinam yang adalah pulau peradaban dan kental dengan nuansa injil tersebut tidak lain adalah untuk menaikan doa sulungnya seraya meminta restu dan keinginannya mengenal adat masyarakat setempat.

Menurut sandi, melalui tradisi tersebut ia meyakini, dapat menjadi perekat tenun kebangsaan kebhinekaan semakin kuat, serta diharapkan menjadi rangsangan himbauan bahwa kita sebagai warga negara yang kaya akan budaya wajib merawat kebangsan dan persatuan tersebut, dengan saling menghargai dalam persaudaraan.

” Saya merasa sangat terhormat dalam sambutan di kunjungan pulau mansinam ini, tentunya inilah yang pertama saya mau lakukan setelah mendarat di Manokwari,”Paparnya.

” Karena pulau mansinam ini adalah awal peradaban dan masuknya injil berawal dari Pulau mansinam ini. Diyakini dan sangat berterima kasih untuk semua prosesi adat yang telah saya lakukan mulai dari turun dari perahu menginjakkan kaki di penyu dan buaya pasir, cuci muka di sumur tua, penanaman pohon kelapa hingga meminum air kelapa muda bersama masyarakat, ini suatu kehormatan, “Tambahnya mengungkapkan.

Sandiaga lalu menjelaskan niatnya memilih kota Manokwari dan Sorong sebagai tempat pelaksanaan kampanye terbuka karena dari pulau mansinam itulah merupakan pulau peradaban asal muasal injil menjadi terang di Tanah Papua.

“Jadi sebenarnya ini bukan saja dilihat dari sisi politiknya namun bagaimana kita mampu menunjukan sikap merawat kebhinekaan, serta sikap kebangsaan, dan persaudaraan itu,”Tutupnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *