Koyari : 2019, Teluk Wondama Kelola Dana DAK SDA Rp. 17 Miliar

JAKARTA, gardapapua.com — Teluk Wondama menjadi Kabupaten dengan pengelolaan Dana DAK SDA (irigasi,red) terbesar sesudah Provinsi Papua Barat sendiri di Tahun Anggaran 2019.

Hal ini diungkapkan Elroy Koyari sosok penjabat muda putra Papua yang telah dipercayakan dalam jabatan barunya selaku Kasubdit fasilitasi jaringan SDA daerah, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Kementerian PUPR.

” Untuk Tahun Anggaran 2019 ini Teluk Wondama kelola anggaran dana DAK SDA sebesar Rp. 17 Miliar, “Ungkap Elroy Koyari Kasubdit Fasilitasi Jaringan SDA Daerah PUPR, (25/2/2019)

Dimana keperuntukkan anggaran sebesar ini, beber Koyari, dipergunakan Pemda setempat untuk melakukan rehabilitasi bendungan pengendalian irigasi.

” Seingat saya ketika masih menjabat selaku kepala BWS PB kita tidak ada proyek disana soal irigasi, tapi mereka tertolong dengan dana DAK ini, “Jelas Koyari

Sehingga diharapkan, melalui penggunaan Dana DAK SDA ini, pihak pemda Kabupaten setempat, dapat menggunakan serta mengelola sumber anggaran tersebut sesuai sisi perencanaan dan pertanggujawabannya dituangkan dalam pelaporan akhir tahun untuk dilakukan pemeriksaan.

” Jadi kalau tidak jelas pelaporan pertanggungjawabannya ketika kami sidak dan kontrol, maka konsekuensinya tahun berikut anggarannya kita potong atau kita berikan kepada daerah lain yang lebih membutuhkan, “Tegasnya

Sekedar diketahui, Provinsi Papua Barat kurang lebih mengelola dana DAK SDA Sekitar Rp. 79 Miliar. Terdiri dari
Provinsi Papua Barat sendiri mengelola anggaran DAK sebesar Rp. 27 miliar. Sisanya diikuti Kabupaten/Kota lainnya yakni Teluk Wondama, Manokwari, Sorong, Fakfak, Sorsel, Rajaampat, dan Mansel.

Sementara 2 darah Kabupaten lainnya yakni Kaimana dan Maibrat yang sebelumnya masuk calon penerimaan pengelolaan dana DAK SDA, terpaksa tercoret atau dibatalkan kuncuran dana DAK SDAnya.

” Dua Kabupaten ini dinilai tidak kompoten serta tidak rutin berkonsultasi, dalam hal memantapkan sisi perencanaannya dengan pihak kami Bagian Fasilitasi Jaringan SDA Daerah, “Tandasnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *