Tak Mau Uang SPP Naik, Sejumlah Mahasiswa Unipa Palang Kampus

MANOKWARI, gardapapua.com —Pemalangan kampus unipa oleh oknum mahasiswa kembali terjadi.

Kejadian ini terjadi Pada hari Selasa tanggal 29 Januari 2019 pukul 13.45 wit bertempat di Kampus Unipa Manokwari. Dimana aksi pemalangan kampus ini dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli Kampus Unipa.

Kabid humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriono dalam relaese informasinya, selasa (29/1/2019) malam menjelaskan, perihal pemalangan tersebut dikarenakan sebagian kelompok mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) angkatan 2017 -2018 yang menolak adanya kenaikan Pembayaran Biaya SPP untuk setiap Angkatan Mahasiswa unipa.

” Pembayaran bervariasi namun untuk angkatan 2018 tetap di kenakan biaya sesuai dengan kenaikan SPP berdasarkan SK Rektor Unipa. Dimana biaya SPP Angakatan 2017 – 2018 ditaksir sekitar Rp. 1 – 2 juta rupiah persemester. Padahal di angkatan sebelumnya yakni hanya sekira Rp. 500 – 700 ribu per semester, “Terang Kabid Humas AKBP Hary Supriono.

Sementara terkait hal ini, Pihak Rektor Unipa, lanjut Kabid Humas Hary Supriono menerangkan, tidak berani membuat kebijakan yang bertentangan dengan aturan dari kemendikti, sehingga kenaikan biaya SPP untuk tahun ajaran dan angkatan 2017 – 2818 harus di laksanakan.

” Imbas dari penjelasan itu, Massa dari Mahasiswa emosi dan meluapkannya dengan melakukan tindakaan pemalangan serta menebang sejumlah pepohonan yang berada di dalam arel kampus Unipa sehingga aktifitas Mahasiswa maupun para dosen dan staf yang ingin keluar masuk lumpuh,”Sambung Kabid Humas menjelaskan.

Adapun titik pemalangan yang dilakukan Oknum Mahasiswa ini adalah pada seluruh akses jalan masuk internal ke kampus Unipa sebagai berikut yakni pada Pintu utama masuk unipa di palang dengan menggunakan batang bambu dan Pamflet yang bertuliskan “Aktivitas Kampus Unipa Tidak Ada, Untuk Saat Ini di Hentikan “. Pintu masuk melalui Pintu Rektorat Baru Di Palang dengan Pohon matoa yang tebang di areal kampus dan Pintu masuk melalui asrama Dosen Edelweis di palang dengan menebang pohon pelindung yang berada di depan asrama.

Selain itu, Jalan masuk depan Asrama Stratum Unipa di palang dengan menebang pohon kelapa Yang berada depan Asrama, serta Jalan masuk depan Asrama Petromax unipa di palang dengan menebang pohon pinang yang berada depan asrama.

” Hingga saat ini Personil masih stanbay berjaga hingga besok dan menunggu tindak lanjut dari keputusan pihak rektorat Kampus Unipa, “Tukas AKBP Hary Supriono. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *