Ini Suara Nelayan Papua Barat

“Permintaan untuk bantuan alat tangkap kepada nelayan tradisional dan kelompok nelayan di Papua Barat agar diberikan secara merata dan tepat sasaran. Karena ada banyak bantuan alat tangkap yang tidak samai ke kelompok nelayan karena dibelokan ke tempat lain. Ada juga kelompok nelayan tertentu yang terus menerus mendapatkan bantuan sedangkang yang lain tidak pernah menerima sama sekali. Hal ini terjadi karena kuranya pengawasan dari KKP kepada Provinsi yang diberi tugas untuk mendistribusikan bantuan dari KKP kepada nelayan di Papua Barat”, demikian kata Mambe, demikian ia disapa kepada media ini, sabtu, (8/09).

Ia menjelaskan, Kebutuhan Coolstorage untuk menyimpan ikan hasil tangkaan nelayan yang belum tersedia di pasar pelelangan ikan di Sorong adalah salah satu kendala yang harus diperhatikan, karena selama ini yang paling banyak memiliki Coolstorage itu adalah pihak swasta yang berakibat harga penitipan ikannya kemudian menjadi mahal.

Pada sisi yang lain, Mambe menjelaskan, bantuan Kapal-kapal ikan untuk nelayan, tidak dilengkapi degan surat-surat untuk bisa melaut. Akibatnya banyak kapal tidak bisa beroperasi dan banyak pula yang ditahan/ditangkap oleh pihak keamanan laut karena kendala ini.

“Saya berharap pembinaan masyarakat di desa-desa pesisir di Papua Barat harus dimasukan dalam program KKP di tahun anggaran 2019. Ini dimaksudkan agar bisa mengurangi persoalan sekaligus menjawab apa yang diinginkan masyarakat nelayan setempat”. [fren]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *